Hai, 6 minggu lagi bakal berganti Tahun dari 2022 ke 2023.
Salam sehat dan Bahagia ya
let's say bacotan lah ya...
sedikit ingin membacot kali ini, apa ada yang sama atau pernah?
Barang kali memang ; ada manusia yang senang memperbodoh dirinya
sendiri, dibanding melepas sesuatu yang sudah seharusnya ia lepas. Kecewa jelas
kecewa akan melepas sesuatu yang baik, tetapi lebih bodoh lagi memperbodoh diri
dengan harus melepas dan memaafkan diri.
Kadang kita perlu sepi. Ruang sendiri. Hidup ini kadang begitu
sulit untuk dipikir, merenungkan banyak hal, dan menenangkan pikiran. Maka,
cobalah untuk mengambil jeda di sela waktumu untuk merenungkan setiap kejadian
yang telah berlaku. dan tentunya dengan memaafkan;
Mengingat Vidio YT yang di share pamanku di grub Keluarga, ada
pesan Syaikh bin Baz yang saya simpulkan apabila engkau membiasakan memberi
maaf maka dirimu merasa aman, hatimu dan menjadi mulia disisiNya. sekiranya
seperti itu.
Karena kita tidak pernah tau takdir hidup akan membawa kita kemana
dan jadi apa. Yang harus diketahui ialah bagaimana agar nantinya kita tidak
terlepas dari SABAR dan SYUKUR. sabar dalam perjuangan dan syukur dengan apa
yang dimiliki. Terkadang kita sering lupa dengan 2 hal tersebut dan wajar karena
kita manusia normal pada umumnya yang perlu akan adanya semangat, energi,
pengingat yang akan menjadikan diri lebih baik lagi. Disemester 5 dalam pendidikan
kuliahku ini, memang sangat perlu 2 hal tersebut hingga seterusnya. didalam
dunia perkuliahan yang ramai akan tugas dan kewajiban serta di mix dengan
keadaan dunia yang hiruk piruk kini, membuat manusia pada umumnya harus sabar
dan syukur akan keadaan.
Kalau bilang semangat pasti akan terdengar klise, tapi saya cuma bisa bilang itu. Karena hasilnya ada di tangan sendiri yang diperjuangkan, itu gambaran hasilnya nanti. tapi tenang, semua niat baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. jadi tenang jangan panik. Yang paling penting, jangan membandingkan kemampuanmu dengan yang lain. karena yang terbaik adalah diri sendiri.
Karena saya percaya sebuah kalimat, suatu hari walaupun hari itu sudah tiba di saya saat Tsanawiyah 2. Akan ada orang yang akan membuatmu patah sepatah - patahnya. Kamu akan ngerasa tidak berguna dan sempurna. Kamu akhirnya jatuh cinta dalam kehancuran dengan waktu yang tidak tentu. sampai dikasih waktu baik, ketika kamu sudah lelah dengan semua yang dirasa, kamu bangun dengan dirimu dengan versi terbaik yang orang tidak percaya dirimu akan sekuat itu. Jadi biarkan saja yang patah dan lepas, memang tidak akan bisa kembali seperti semulakan? Lagipula, nantinya diri sendiri akan sembuh, dan lupa akan sakitnya karena dirimu memilih untuk memaafkan semuanya. Kenapa? Because you deserve the world💞
dan diri sendiri sadar, saya tidak bisa sebaik yang saya dan orang lain inginkan.
Tentunya memperbodoh diri sendiri dengan berusaha tidak mengeluh ketika lelah, berusaha
menghandle semuanya sendiri dengan tidak mau merepotkan orang lain, terbiasa
"yasudah tidak apa dan yasudahlah" dan menganggap kesulitan itu wajar
yang tidak perlu ku pikirkan secara berlarut - larut.
Kembali di awal, terkadang bertanya "kenapa ya orang orang
berlaku buruk seperti itu?" dan kembali intropeksi diri "apa saya pernah berlaku buruk ke orang lain?". Saya sadar adanya timbal balik,
kalo kita tanam kebaikan maka kita juga bakal nerima hal baik, begitupun kalo
tanam keburukan makan kita juga bakal nerima hal buruk. simplenya seperti itu.
Kalau nih, kamu ngerasain circle pertemanan atau circle apapun itu
tidak memberi kamu value added, ya terima, maafkan, ikhkaskan dan ganti.
contohnya kamu iba dengan teman yang maksain untuk berada di circle tertentu.
misal; temanan yang sama mereka harus selalu ngumpul dan nongki. saya
pernah mengenal satu circle yang super fake. dimana pemikiran saya tidak akan
dihargai dan cuma jadi omongan dibelakang. When u know those things, ngapain
bertahan? cuma karena takut tidak memiliki teman? guys, open ur eyes!!!
Justru orang yang tidak pernah kamu sangka adalah dia yang jadi
pendukung kamu sepenuhnya. Ketika lingkungan terdekat bahkan tidak pernah
dukung apa yang kamu lakukan. ada teman - teman jauh yang pernah satu kegiatan
justru dukung habis - habisan. Why? karena mereka pureeee dukung untuk sama -
sama maju. Bukan hanya ribut - ribut akan hal - hal
tidak penting.
dan yaaaah, yang berakhir biarlah berakhir. Intinya orang tidak akan tau apa yang ngebentuk kita sampai hari
ini, dan bentuk kehancuran kita sekali pun juga anugerah besar dari-Nya yang
kadang masih saya salah artikan. apapun yang lagi kita hadapi, saya yakin bahwa
yang namanya jatuh tidak akan mungkin selamanya. yang namanya sedih, susah, itu
tidak mungkin seumur hidup. kalo percaya sama yang namanya Allah, mimpi, dan
besar usaha sebesar keyakinan sama mimpi kita, yang pahit ini pasti berlalu.
semangat!!!

.png)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteBiarkan yg patah untuk tumbuh,
ReplyDeletedan semoga lebih sabar dan lebih bisa bersyukur lagi.
pasti pasti, terimakasih
DeleteAwalnya sih coba coba tapi kok lama lama asik juga , ehh keterusan sampe kata terakhir. Jadi pada intinya semua orang masanya dan setiap masa ada orang nya. ada waktu dan porsi masing masing di setiap lika liku kehidupan tak menampik kita pernah di posisi orang yang toxic , tapi dari itu bagaimana kita menyikapinya untuk berubah jadi pribadi yang lebih baik hari demi hari. Setiap hari ada belajar sih menurut saya. Sekian dari saya yang terkadang kadang suka gak enakan.
ReplyDeleteKerennnn🔥🔥 selalu ingat hidup akan terus berjalan tinggalkan apa yang membuat mu tidak berkembang.
ReplyDelete