Ke-19

21 Agustus 2002


Sekiranya, 19 tahun lalu merupakan salah satu hari penuh syukur dalam keluarga saya sendiri. Ulang tahun mengingatkan saya kepada kematian dan perkataan salah satu Guru yang saya dapatkan di Aliyah, ‘’usia itu bagaikan butir-butir tasbih yang putus benangnya, ia akan berjatuhan satu per satu dari benang tersebut, sampai tiba akhirnya tak tersisa satu butir pun di dalam untaiannya’’.

 

Yang sudah pasti saya sendiri tak tahu, kapan butir tasbih terakhir saya itu akan jatuh. Tapi sebelum itu terjadi, izinkan saya mengucapkan mohon maaf atas kekurangan yang ada,terima kasih atas doa dan ucapan yang begitu tulus dan menggembirakan hati. Karena menurut saya sendiri ialah ;

Hadiah dan kado paling bermanfaat ialah Do'a yang tulus serta baik.



Ya, perkara usia memang selalu menjadi masalah dalam beberapa hal. Tak terasa, sudah 19 Tahun. Padahal kelihatannya, baru kemarin saya nangis ke Orangtua minta dibelikan Sepatu Roda Pro berlampu, permen marbels, sama wayang.




Journey baru,happy level up day (☉。☉)!

Comments